This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 16 Oktober 2016

Etika Profesi Akuntansi

  • Mencari Perusahaan dan auditor yang melakukan pelanggaran etika
Mantan direksi PT Kimia Farma Tbk. Telah terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus dugaan penggelembungan (mark up) laba bersih di laporan keuangan perusahaan milik negara untuk tahun buku 2001. Kantor Menteri BUMN meminta agar kantor akuntan itu menyatakan kembali (restated) hasil sesungguhnya dari laporan keuangan Kimia Farma tahun buku 2001. Sementara itu, direksi lama yang terlibat akan diminta pertanggungjawabannya. Seperti diketahui, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia itu telah mencatatkan laba bersih 2001 sebesar Rp 132,3 miliar. Namun kemudian Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menilai, pencatatan tersebut mengandung unsur rekayasa dan telah terjadi penggelembungan. Terbukti setelah dilakukan audit ulang, laba bersih 2001 seharusnya hanya sekitar Rp 100 miliar. Sehingga diperlukan lagi audit ulang laporan keuangan per 31 Desember 2001 dan laporan keuangan per 30 Juni 2002 yang nantinya akan dipublikasikan kepada publik.
Setelah dilakukan audit ulang, pada laporan keuangan yang baru, keuntungan yang disajikan hanya sebesar Rp 99,56 miliar, atau lebih rendah sebesar Rp 32,6 milyar, atau 24,7% dari laba awal yang dilaporkan. Kesalahan itu timbul pada unit Industri Bahan Baku yaitu kesalahan berupa overstated penjualan sebesar Rp 2,7 miliar, pada unit Logistik Sentral berupa overstated persediaan barang sebesar Rp 23,9 miliar, pada unit Pedagang Besar Farmasi berupa overstated persediaan sebesar Rp 8,1 miliar dan overstated penjualan sebesar Rp 10,7 miliar.
Kesalahan penyajian yang berkaitan dengan persediaan timbul karena nilai yang ada dalam daftar harga persediaan digelembungkan. PT Kimia Farma, melalui direktur produksinya, menerbitkan dua buah daftar harga persediaan (master prices) pada tanggal 1 dan 3 Februari 2002. Daftar harga per 3 Februari ini telah digelembungkan nilainya dan dijadikan dasar penilaian persediaan pada unit distribusi Kimia Farma per 31 Desember 2001. Sedangkan kesalahan penyajian berkaitan dengan penjualan adalah dengan dilakukannya pencatatan ganda atas penjualan. Pencatatan ganda tersebut dilakukan pada unit-unit yang tidak disampling oleh akuntan, sehingga tidak berhasil dideteksi. Berdasarkan penyelidikan Bapepam, disebutkan bahwa KAP yang mengaudit laporan keuangan PT Kimia Farma telah mengikuti standar audit yang berlaku, namun gagal mendeteksi kecurangan tersebut. Selain itu, KAP tersebut juga tidak terbukti membantu manajemen melakukan kecurangan tersebut.
Selanjutnya diikuti dengan pemberitaan di harian Kontan yang menyatakan bahwa Kementerian BUMN memutuskan penghentian proses divestasi saham milik Pemerintah di PT KAEF setelah melihat adanya indikasi penggelembungan keuntungan (overstated) dalam laporan keuangan pada semester I tahun 2002. Dimana tindakan ini terbukti melanggar Peraturan Bapepam No.VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan poin 2 – Khusus huruf m – Perubahan Akuntansi dan Kesalahan Mendasar poin 3) Kesalahan Mendasar, sebagai berikut:
Kesalahan mendasar mungkin timbul dari kesalahan perhitungan matematis, kesalahan dalam penerapan kebijakan akuntansi, kesalahan interpretasi fakta dan kecurangan atau kelalaian.Dampak perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan mendasar harus diperlakukan secara retrospektif dengan melakukan penyajian kembali (restatement) untuk periode yang telah disajikan sebelumnya dan melaporkan dampaknya terhadap masa sebelum periode sajian sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode. Pengecualian dilakukan apabila dianggap tidak praktis atau secara khusus diatur lain dalam ketentuan masa transisi penerapan standar akuntansi keuangan baru”.
Sehubungan dengan temuan tersebut, maka sesuai dengan Pasal 102 Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal jo Pasal 61 Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1995 jo Pasal 64 Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal maka PT Kimia Farma (Persero) Tbk. dikenakan sanksi administratif berupa denda yaitu sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).


Sesuai Pasal 5 huruf n Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, maka:
  1. Direksi Lama PT Kimia Farma (Persero) Tbk. periode 1998 – Juni 2002 diwajibkan membayar sejumlah Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) untuk disetor ke Kas Negara, karena melakukan kegiatan praktek penggelembungan atas laporan keuangan per 31 Desember 2001.
  2. Sdr. Ludovicus Sensi W, Rekan KAP Hans Tuanakotta dan Mustofa selaku auditor PT Kimia Farma (Persero) Tbk. diwajibkan membayar sejumlah Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) untuk disetor ke Kas Negara, karena atas risiko audit yang tidak berhasil mendeteksi adanya penggelembungan laba yang dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk. tersebut, meskipun telah melakukan prosedur audit sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), dan tidak diketemukan adanya unsur kesengajaan. Tetapi, KAP HTM tetap diwajibkan membayar denda karena dianggap telah gagal menerapkan Persyaratan Profesional yang disyaratkan di SPAP SA Seksi 110 – Tanggung Jawab & Fungsi Auditor Independen, paragraf 04 Persyaratan Profesional, dimana disebutkan bahwa persyaratan profesional yang dituntut dari auditor independen adalah orang yang memiliki pendidikan dan pengalaman berpraktik sebagai auditor independen.

Tanggapan
Dari hasil uraian di atas dapat disimpulkan bahwa PT. Kimia Farma telah melakukan penggelembungan (mark up) laba bersih lapora keuangan pada periode tahun 2001. Yang nilainya sekitar 24,7 % lebih besar dari yang di laoprkan semula hal itu di ketahui oleh badan pengawas pasar modal ( bapepam ) . dari uraian tersebut bisa di ketahui bahwa kantor akuntan public Hans Tuanakotta dan Mustofa telah bekerja sama dengan pihak manajemen PT.Kimia Farma untuk melakukan praktik penggelembungan laporan keuangan perusahaan dengan  nilai penggelembungan bahkan mencapai 32,6 milyar . Seharusnya dari awal kantor akuntan public Hans Tuanakotta dan Mustofa harus bersifat independen dan melaporkan ketidakberesan laporan keuangan PT. kimia farma dengan sejelas jelasnya karena mereka adalah pihak yang bertugas memeriksa dan melaporkan adanya ketidakwajaran dalam pencatatan laporan keuangan namun dalam kasus ini baik KAP maupun pihak manajemen sama-sama telah melakukan penyimpangan, terlebih kepada KAP Hans Tuanakotta dan Mustofa yang telah melakukan penyimpangan dan pelanggaran kode etik akuntan public yaitu dari segi inegritas seorang auditor seharusnya dapat menjaga objektivitasnya dan ke independenannya dalam melaporkan laporan keuangan kliennya. Apalagi ini menyangkut nama baik dan reputasi kantor akuntan public tersebut, dengan terkuaknya kasus ini maka auditor resiko yang dapat mungkin terjadi adalah seperti hilangnya kepercayaan publik dan pemerintah akan kemampuan auditor, penurunan pendapatan jasa audit, hingga yang terburuk adalah kemungkinan ditutupnya Kantor Akuntan Publik tersebut

  •    Kenapa etika profesi itu penting
Etika Profesi Akuntansi merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan sebagai Akuntan. Etika profesi akuntansi sangat penting untuk membatasi perilaku dari seorang auditor terhadap pekerjaannya. Etika profesi akuntansi merupakan wadah bagi para akuntan untuk mengetahui batas-batas kewajaran dalam pekerjaannya. Seorang auditor professional hendaknya memtuhi etika profesinya sendiri dengan tetap menjalankan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya dan sewajarnya . seorang auditor harus memtuhi segala kode etik profesi akuntan. mereka senantiasa harus bersikap independen terhadap objek yang di auditnya, objektivitasa dan integritas seorang auditor pun sangatlah di perlukan untuk melihat keprofessionalan dirinya dan kantor akuntan public yang menaunginya.agar para pemakai jasa akuntan public dan masyarakat luas dapat percaya dengan pernyataannya. Disinilah pentingnya etika profesi. Dengan adanya etika profesi maka segala sesuatu yang akan di lakukan oleh seorang auditor dapat ditekan khususnya apabila seorang auditor akan melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap objek yang akan di auditnya. 

  •  Lebih penting mana etika atau kemampuan pribadi
          Lebih penting etika, karena dari etika lahirlah sebuah kemampuan. Dari etika pula karakter seseorang akan di bentuk. Seorang yang beretika lebih di hargai dari pada seorang yang memiliki kemampuan pribadi, etika bisa di wujudkan tidak hanya dalam kehidupan sehari hari akan tetapi dari lingkup pekerjaan. Etika itu sangat penting dan harus di junjung tinggi apalagi menyangkut seorang auditor, yang bertugas memeriksa dan meninjau langsung setiap bagian intern dari perusahaan yang akan di auditnya. Seorang auditor harus mempunyai etika yang baik dan benar serta mengaplikasikannya dalam setiap keputusan yang di ambilnya. Dibandingkan dengn kemampan pribadi , mungkin setiap orang memilikinya setiap orang memiliki kemampuan pribadinya masing- masing namun soal etika hanya segelintir orang yang dapat memilikinya. Orang yang memiliki etika biasanya akan mengetahui batasan- batasan yang ada pada dirinya sehinnga bias melakukan dan mengontrol dirinya untuk tetap berada di jalan yang memang seharusnya dengan tidak melakukan penyimpangan baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari- hari.

Selasa, 03 Mei 2016

Menganalisa Kalimat Passive Voice

“Sleeping Beauty “

A long time ago there were a king and queen who said every day, "Ah, if only we had a child," but they never had one. But it happened that once when the queen was bathing, a frog crept out of the water on to the land, and said to her, "Your wish would be fulfilled, before a year has gone by, you shall have a daughter." 
 
What the frog had said came true, and the queen had a little girl who was so pretty that the king could not contain himself for joy, and ordered a great feast. He invited not only his kindred, friends and acquaintances, but also the wise women, in order that they might be kind and well disposed towards the child. There were thirteen of them in his kingdom, but, as he had only twelve golden plates for them to eat out of, one of them had to be left at home. 

The feast was held with all manner of splendor and when it came to an end the wise women bestowed their magic gifts upon the baby - one gave virtue, another beauty, a third riches, and so on with everything in the world that one can wish for.
 

When eleven of them had made their promises, suddenly the thirteenth came in. She wished to avenge herself for not having been invited, and without greeting, or even looking at anyone, she cried with a loud voice, "The king's daughter shall in her fifteenth year prick herself with a spindle, and fall down dead." And, without saying a word more, she turned round and left the room.
 

They were shocked, but the twelfth, whose good wish still remained unspoken, came forward, and as she could not undo the evil sentence, but only soften it, she said, it shall not be death, but a deep sleep of a hundred years, into which the princess shall fall.
 

The king, who would fain keep his dear child from the misfortune, gave orders that every spindle in the whole kingdom should be burnt. Meanwhile the gifts of the wise women were plenteously fulfilled on the young girl, for she was so beautiful, modest, good-natured, and wise, that everyone who saw her was bound to love her.
 

It happened that on the very day when she was fifteen years old, the king and queen were not at home, and the maiden was left in the palace quite alone. So she went round into all sorts of places, looked into rooms and bed-chambers just as she liked, and at last came to an old tower. She climbed up the narrow winding staircase, and reached a little door. A rusty key was in the lock, and when she turned it the door sprang open, and there in a little room sat an old woman with a spindle, busily spinning her flax. 

"Good day, old mother," said the king's daughter, "what are you doing there?"
 
 "I am spinning," said the old woman, and nodded her head.
 

"What sort of thing is that, that rattles round so merrily," said the girl, and she took the spindle and wanted to spin too. But scarcely had she touched the spindle when the magic decree was fulfilled, and she pricked her finger with it.
 

And, in the very moment when she felt the prick, she fell down upon the bed that stood there, and lay in a deep sleep. And this sleep extended over the whole palace, the king and queen who had just come home, and had entered the great hall, began to go to sleep, and the whole of the court with them. The horses, too, went to sleep in the stable, the dogs in the yard, the pigeons upon the roof, the flies on the wall, even the fire that was flaming on the hearth became quiet and slept, the roast meat left off frizzling, and the cook, who was just going to pull the hair of the scullery boy, because he had been forgotten something, let him go, and went to sleep. And the wind fell, and on the trees before the castle not a leaf moved again.
 

But round about the castle there began to grow a hedge of thorns, which every year became higher, and at last grew close up round the castle and all over it, so that there was nothing of it to be seen, not even the flag upon the roof. But the story of the beautiful sleeping Briar Rose, for so the princess was named, went about the country, so that from time to time kings' sons came and tried to get through the thorny hedge into the castle. But they found it impossible, for the thorns held fast together, as if they had hands, and the youths were caught in them, could not get loose again, and died a miserable death.
 


After long, long years a king's son came again to that country, and heard an old man talking about the thorn hedge, and that a castle was said to stand behind it in which a wonderfully beautiful princess, named Briar Rose, had been aslept for a hundred years, and that the king and queen and the whole court were aslept likewise. He had heard, too, from his grandfather, that many kings, sons had already come, and had tried to get through the thorny hedge, but they had remained sticking fast in it, and had died a pitiful death.
 

Then the youth said, "I am not afraid, I will go and see the beautiful Briar Rose." The good old man might dissuade him as he would, he did not listen to his words.
 

But by this time the hundred years had just passed, and the day had come when Briar Rose was to awake again. When the king's son came near to the thorn hedge, it was nothing but large and beautiful flowers, which parted from each other of their own accord, and let him pass unhurt, then they closed again behind him like a hedge. In the castle yard he saw the horses and the spotted hounds lying asleep, on the roof sat the pigeons with their heads under their wings. And when he entered the house, the flies were asleep upon the wall, the cook in the kitchen was still holding out his hand to seize the boy, and the maid was being sat by the black hen which she was going to pluck.
 

He went on farther, and in the great hall he saw the whole of the court lying asleep, and up by the throne lay the king and queen. Then he went on still farther, and all was so quiet that a breath could be heard, and at last he came to the tower, and opened the door into the little room where Briar Rose was sleeping.
 

There she lay, so beautiful that he could not turn his eyes away, and he stooped down and gave her a kiss. But as soon as he kissed her, Briar Rose opened her eyes and awoke, and looked at him quite sweetly.
 

Then they went down together, and the king awoke, and the queen, and the whole court, and looked at each other in great astonishment. And the horses in the courtyard stood up and shook themselves, the hounds jumped up and wagged their tails, the pigeons upon the roof pulled out their heads from under their wings, looked round, and flew into the open country, the flies on the wall crept again, the fire in the kitchen burned up and flickered and cooked the meat, the joint began to turn and sizzle again, and the cook gave the boy such a box on the ear that he screamed, and the maid finished plucking the fowl.
 

And then the marriage of the king's son with Briar Rose was celebrated with all splendor, and they lived contented to the end of their days. 

Sumber : 
ANSWER :

  1.  Your wish would be fulfilled = (Past Future Tense )
  2.  The feast was held with all manner of splendor = (Simple Past Tense )
  3.  They were shocked = (Simple Past Tense )
  4.  It shall not be death = (Past Future Tense )
  5.  The whole kingdom should be burnt. = (Past Future Tense )
  6.  The magic decree was fulfilled = (Simple Past Tense )
  7.  He had been forgotten something = (Past Perfect Tense )
  8.  The princess was named, went about the country = (Simple Past Tense )
  9.  A castle was said to stand = (Simple Past Tense )
  10.  Briar Rose, had been aslept for a hundred years  = (Past Perfect Tense )
  11.  The whole court were aslept likewise. = (Simple Past Tense )
  12.  The maid was being sat by the black hen = (Past Continous Tense )
  13.  A breath could be heard = ( Past Future Tense )
  14.  The king's son with Briar Rose was celebrated with all splendor = (Simple Past Tense )

Kamis, 07 April 2016

Opinion and Solutions on Article/News Economic in Indonesia " Tax Avoidance"

Indonesia’s Investment Coordinating Board (BKPM) is warning it will annul the investment permits of foreign companies that are proven to be avoiding payment of taxes.

"We are ready to revoke the principal licenses, but to prove a transfer pricing, as a tax-avoidance practice, is not the BKPM's job. It is the tax office that will hold the investigation, then deliver the results to the BKPM," chairman Franky Sibarani told thejakartapost.com on Monday in Jakarta.

Previously, Finance Minister Bambang Brodjonegoro said there were about 2,000 foreign investors who had avoided their tax liabilities in the last 10 years by declaring losses or changing names to get new tax allowances. The practices led to Rp 500 trillion (US$38 billion) in state losses.

By revoking principal permits, Franky said, all the following licenses would automatically expire. However, a company with a revoked permit could retain its assets under its name, but could not utilized them.

"They will have to sell the assets," he said, underlining that those 2,000 companies were on a list of foreign firms that committed the worst cases of tax avoidance.
Some milder cases were settled through mediation. "For these cases, we will help the foreign investors in mediation. We want them to continue operations," Franky said. (ags)

Source : www.thejakartapost.com  4 April 2016

Opinion

From the news above I found I quite agree and support the government's move to grow revenues nationals who come from tax revenues and provides for penalties to taxpayers , both individuals and entities that are not obedient taxes for the payment of taxes by the taxpayer was important to do in order to create Indonesia better , especially in the public interest such as the creation of a common service facilities more adequate .

As we have seen for the areas of the capital Jakarta alone almost 50 percent of its territory occupied by companies and agencies or foreign institution set up investment in Indonesia . however only a few companies who are obedient to the tax .

according to the finance minister in the past 10 years alone there are 2,000 foreign companies that do not pay taxes and therefore I support to revoke licenses from companies which do not comply with the tax in order thereafter corporate taxpayers were not negligent in paying taxes so that the state revenue derived of taxes will increase.

What big Indonesia's per capita income if any person or entity can comply with tax especially corporate tax which accounts for the highest fare is 25 percent of its net income . Indonesia will probably become the richest nation and advanced .

Solutions
  1. The government established a special body to oversee taxes , especially for foreign companies that are in Indonesia
  2. Calculate and Targeted revenue of the tax from each taxpayer both individuals and entities that are in Indonesia
  3. Add the KPP ( tax office ) in each area so that every taxpayer can pay taxes more easily
  4. Teach and apply online payment systems such as e - filing of tax for each employee (taxpayer) in Indonesia in order to monitor any future tax payments
  5. Increase and improve e- filing system so that no more errors in the input tax payments

Selasa, 29 Desember 2015

karangan Eksposisi “ Kecelakaan Metromini VS Commuter Line “



            Jakarta merupakan kota metropolitan dengan berbagai masalah yang menghantui  salah satunya adalah masalah transportasi dan angkutan umum, baru baru ini , tepatnya hari minggu 6 desember 2015 terjadi sebuah kecelakaan antara metromini B80 dengan kereta comuter line tepatnya pada pukul 08.45 di Jalan Tugabus Angke Jakarta. Kejadian ini merupakan kedua kalinya terjadi selama satu dekade terakhir .Tercatat 24 orang penumpang yang menaiki metromini naas itu dan 1 orang kernet metromini. Dari hasil evakuasi pertama terdapat 14 orang tewas dan 10 orang luka-luka. Para korban luka-luka metromini maut itu di bawa ke beberapa rumah sakit terdekat, Sedangkan untuk para korban meninggal akan menjalani proses autopsi terlebih dahulu sebelum di bawa ke rumah duka masing-masing.kejadian ini sungguh sangat mencoreng wajah transportasi di indonesia.
            Kronologi kejadian tersebut, mula-mula pukul 08.45 WIB metromini B80 hendak menerobos pintu perlintasan. Bus berpenumpang penuh itu awalnya melaju pelan, lalu memutari palang pintu. Saksi yang melihat kejadian itu meneriaki sopir agar menghentikan aksinya karena kereta sudah dekat. Namun sopir malah nekat dan menerobos palng pintu kereta api ,terlihat  Satu orang penumpang sempat melompat dari bus. Namun yang lainnya tak bisa menyelamatkan diri. Pukul 08.48 WIB tabrakan terjadi. Kereta Commuter Line dari arah Kampung Bandan menuju stasiun Angke tak bisa menghentikan lajunya. Hingga akhirnya Metromini tersebut terseret sampai peron stasiun Angke. Kondisi metromini sudah tidak beraturan badan metromini itu terbelah menjadi dua hingga tidak berbentuk lagi dan sangat mengenaskan.
            Sementara kereta mengalami kerusakan di bagian depan. Tak ada korban luka dari penumpang KRL karena saat itu kereta tidak terlalu padat. Evakuasi korban dilakukan. Warga, petugas KRL, polisi sampai pemadam kebakaran ikut turun tangan. Korban tewas yang saat itu masih berjumlah 13 orang langsung dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo. Sebagian lagi, dibawa ke RS Tarakan dan RS Atma Jaya. Hingga pukul 11.32 ada 18 orang meninggal dunia dan sisanya masih mendapat perawatan intensif. Petugas juga berusaha melakukan evakuasi terhadap kereta dan Metromini.
            Kecelakaan lain terjadi pada selasa 18 april 2006 terjadi kecelakaan antara metromini S64 dengan KRL pakuan yang terjadi di kalibata jakarta selatan. Kejadian di awali dengan sirine palang pintu kereta api yang berbunyi sedangkan posisi metromini S64 berada persis di tengah jalur kereta api. Akan tetapi metromini itu tidak bergerak sama sekali di karenakan tepat di depannya ada angkot yang ngetem, supir metromini sebenarnya sudah mnegklason  tetapi tidak sempat maju hingga tertabrak kereta sejauh setengah kilometer.
            Dari dua kejadian tersebut kini seluruh metromini yang tidak layak pakai tersebut dilarang beroperasi oleh gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, kondisi kendaraan yang memang sudah rapuh di tambah lagi dengan keadaan supir yang tidak mempunyai surat izin mengemudi menjadi pertimbangan gubernur DKI Jakarta ini. Supir yang berebut penumpang demi mengejar setoran itulah yang bisa membahayakan para penumpangnya dan ini juga salah satu alasan mengapa metromini itu tidak di izinkan beroperasi.
            Mendangar berita tersebut, tepatnya hari ini senin 21 desember 2015 semua trayek metromini terpaksa mogok dan tidak melayani penumpangnya . para supir bersikukuh berhenti menyupir hari ini ,di karenakan ketua organda mengintruksikan semua metromini untuk mogok masal hari ini. Alhasil para penumpang pun terlantar dan kebingungan hingga akhirnya mereka banyak yang beralih menggunakan mode transportasi lainnya. Memang sudah seharusnya metromini itu di pugar dan di gantikan dengan bus yang baru agar angkutan di jakarta ini semakin lancar dan tertib.

Menganalisis paper jurnal



JURNAL KE-1

Judul
Pengaruh Penerapan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang 

Topik
Pengendalian internal terhadap pencegahan fraud 

Tujuan penelitian
1.    Untuk menganalisis dampak pengendalian internal dalam pencegahan kemungkinan penyimpangan (fraud) dalam proses pengadaan barang  pada rumah sakit pemeritah dan swasta di kota bandung.
2.      Untuk mengidentifikasi serta pengaruh sistem pengendalian internal terhadap pencegahan penyimpangan baik secara parsial maupun simultan pada rumah sakit pemerintah dan swsta di kota bandung.

Teori yang di gunakan
Teori yang di gunakan dalam jurnal pengaruh penerapan penegendalian internal terhadap pencegahan fraud 
pengadaan barang ini di dasari atas teori yang di kemukakan oleh american institute of certifield public 
accountant (AICPA) yang di kutip oleh Moller & Witt tahun 1999 yang  mengemukakan bahwa Pengendalian
 internal terdiri dari rencana organisasi dan semua koordinasi metode dan langkah-langkah yang diadopsi
 dalam bisnis untuk menjaga aset-asetnya, memeriksa akurasi dan keandalan data akuntansi, meningkatkan 
efisiensi operasional, dan mendorong dewan komisaris untuk menentukan kebijakan manajerial.
Teori kedua yang di gunakan dalam jurnal ini adalah teori yang di kemukankan oleh arens pada tahun 2004
 yang mengemukakan bahwa pengendalian internal meliputi 5 kategori kontrol yang di rancang manajemen
 untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan perusahaan dapat di penuhi dengan lingkungan
 pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, kegiatan pengendalian dan pemantauan.
 
Metodelogi penelitian
Ø  Objek Penelitian                   
Dalam jurnal ini penulis menggunakan data yang bersumber dari para direktur di beberapa rumah sakit umum dan swasta yang berada di kota bandung.

Ø  Data / Variabel
Data atau variable yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini adalah data dari 23 responden yang meliputi para direktur rumah sakit umum maupun swasta yang ada di kota bandung.

Ø  Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data tersebut penulis melakukan kunjungan ke beberapa rumah sakit umum dan swasta di kota bandung. Di tempat tersebut penulis memberikan kuisioner kepada para direktur rumah sakit.

Ø  Alat  Analisis
 Alat analisis yang digunakan penulis adalah dengan menggunakan analisis path (analisis jalur) yaitu analisis yang menggunakan variabel variabel X1,X2,X3,X4,X5 terhadap Y serta dampaknya terhadap Z maksudnya di dalam jurnal ini vaiabel X1,X2,X3,X4,X5 tadi di gambarkan dengan lingkungan pengendalian ,penilaian resiko kegiatan pengendalian, informasi, komunikasi, pemantauan. Terhadap variabel y yaitu terhadap pencegaan fraud pegadaan barang . Serta dampaknya terhadap variabel Z yaitu rumah sakit itu sendiri.
Sehingga di dapat persamaan: Y = X1+X2+X3+X4+X5


Hasil penelitian
Pengaruh ligkungan pengendalian, resiko kegiatan pengendalian, informasi komunikasi serta pemantauan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang secara simultan telah di ketahui bahwa dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat pengaruh dari lingkungan pengendalian, resiko kegiatan pengendalian, informasi, komunikasi serta pemantauan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang yang di buktikan dengan perhitungan koefisien determinasi di peroleh nilai sebesar 0,694 .hasil ini berarti bahwa sebesar 69,4% dari variabel bebas X terbukti pengendalian internal menjelaskan  pencegahan fraud terhadap pengadaan barang di rumah sakit, sedangkan sisanya sebesar 30,6 % tidak di jelaskan oleh variabel lainnya.
Pengaruh ligkungan pengendalian, resiko kegiatan pengendalian, informasi komunikasi serta pemantauan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang  secara parsial telah di ketahui bahwa dari hasil pengujian analisis path  pada pengaruh lingkungan pengendalian di peroleh nilai sebesar 0,253 > 0 berarti bahwa pengendalian internal berpengaruh terhadap pencegaha fraud pengadaan barang. Sedangakn pada koefisien variabel penilaian resiko  kegiatan pengendalain diperoleh nilai sebesar 0,356 > 0, pada variabel informasi dan komunikasi sebesar 0,270 > 0  artinya semakin baik tingkat pengendalian maka akan semakin meningkat pula pencegahan terhadap praud pengadaan barang di rumah sakit.

Kesimpulan
            Dari hasil pengolahan data yang telah di lakukan , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan baik secara parsial maupun simultan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang. Dan dampak yang di timbulkan dari pengendalian internal itu adalah semakin meningkatnya pencegahan terhadap pengadaan barang di rumah skait.

Komentar
Jurnal ini menggunakan bahasa yang sedikit kurang di mengerti , bahasa yang di gunakan adalah bahasa campuran antara inggris dengan indonesia sehingga pembaca kurang mengerti dengan maksud yang di sampaikan penulis seperti penggunaaan bahasa inggris dalam judul jurnal ini yaitu kata  ( fraud)  yang kurang sinkron dengan kata lainnya yg memakai bahasa indonesia sehingga kurang cocok di padukan dengan bahasa indonesia dalam penulisan judul jurnal ini alangkah lebih baik jika jurnal ini di beri  judul  Pengaruh Penerapan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Penyimpangan Pengadaan Barang ,tanpa merusak arti dan maknanya.


JURNAL KE-2

Judul
Earnings Management, Value Relevance of Earnings and Book Value of Equity

Topik
laba manajemen terhadap nilai relevansi dan nilai buku ekuitas

Tujuan penelitian
Untuk meneliti pengaruh dari laba manajemen yang di lakukan secara terintegrasi  dengan analisis faktor pada relevansi nilai laba dan nilai buku ekuitas.

Teori yang di gunakan
Teori yang di gunakan dalam jurnal ini adalah teriori yang di kemukakan oleh felthem & olhson pada tahun
 1995 yang mengemukakan bahwa studi relevansi nilai pada umumnya menyelidiki hubungan empiris antara
 saham dan nilai pasar ( atau perubahan nilai ) dan berbagai angka akuntansi untuk tujuan menilai kegunaan 
angka-angka pada penilaian ekuitas.Felthem & olhson memiliki dasar teoritis mengenai laba manjemen nilai 
relevansi dan nilai uku ekuitas yang di kembangkan  dalam 2 model penilaian yaitu Model harga dan Model
 kembali yang umumnya diterapkan untuk menyelidiki hubungan antara informasi akuntansi dan nilai perusahaan 
pasar.
 
Metodelogi  penelitian
Ø  Objek Penelitian                   
         Dalam jurnal ini penulis menggunakan data yang bersumber dari perusahaan publik yang terdaftar
 di Bursa Efek Jakarta (BEJ ) dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2006 .
 
Ø  Data / Variabel
         Data atau variable yang digunakan dalam penelitian ilmiah ini terdiri dari data akuntansi (Laporan
 keuangan ) dan data pasar saham ( harga saham per lembar ).data akuntansi (laporan keuangan ) 
di peroleh dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) Pasar Modal ( BEJ ) Indonesia Capital market database( ICMD ) 
website Bursa Efek Jakarta ( http://jsx.co.id ) dan , (data harga saham ) diperoleh dari Pasar Efek Indonesia
 Database ( ISMD )
 
Ø  Metode penelitian
 Metode penelitian  yang digunakan penulis adalah dengan menggunakan metode purposive sampling atau disebut juga judgement sampling yaitu pengambilan sample berdasarkan penilaian yang secara segaja di ambil sesuai dengan persyaratan sample yang di perlukan. Penelitian terdiri dari perusahaaan industri manufaktur dan perusahaan dengan laporan keuangan tahunan.

Hasil penelitian
 Hasil penelitian jurnal ini di muat dalam 6 tabel Statistik  tabel 1, 2, dan 3  menunjukan bahwa laba manajemen
 dari kegiatan operasi  jangka pendek dan jangka panjang berada pada tigkat 1 % dapat di simpulkan bahwa
 model regresi ini kuat dan akurat. Pada tabel ke 3 dan ke 4 menunjukkan bahwa regresi memiliki F -test dari
 280,93 yang signifikan pada 1 tingkat persen Secara bersama-sama independen variabel mampu menjelaskan
 variasi dalam variabel dependen dari harga saham sebanyak 47 persen, sedangkan pada tabel ke 5 menunjukan
 bahwa tabel ke 5 menghasilkan 2 faktor. Korelasi antara faktor 1 dan Faktor 2 adalah 0,718 dan -0,696. 
Faktor adalah nilai terpadu proksi manajemen laba yang akan digunakan untuk menguji pengaruh earning 
management terhadap nilai relevansi laba dan  nilai buku ekuitas.Tabel 6 menjelaskan bahwa ekonomi masa 
krisis juga mempengaruhi hubungan antara earning management dan nilai relevansi laba dan buku nilai ekuitas.
 Koefisien α adalah signifikan yaitu 4,397.76; 1,184.85 untuk sebelum krisis ekonomi, dan -1,195.84 selama
 krisis ekonomi. Berdasarkan pada arah α koefisien ekonomi masa krisis, dapat disimpulkan bahwa hubungan 
antara informasi akuntansi, interaksi antara akuntansi informasi dan earning management, dan nilai pasar
 perusahaan berbeda antara sebelum krisis ekonomi dan selama krisis ekonomi, dan pasca periode krisis 
ekonomi. Sebelum krisis ekonomi, Koefisien hubungan meningkat (positif), di sisi lain, pada krisis ekonomi
periode dan krisis pasca ekonomi koefisien hubungan menurun (negatif) berarti relevansi nilai informasi
 akuntansi meningkat ketika kondisi ekonomi yang baik (sebelum krisis ekonomi). Sebaliknya, nilai relevansi 
informasi akuntansi menurun ketika kondisi ekonomi tidak baik.


Kesimpulan
Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi model manajemen laba adalah kuat dan valid. Studi hasil 
menunjukkan bahwa manajemen laba yang baik dapat menurunkan nilai relevansi laba dan nilai buku ekuitas
hal ini berati menunjukkan bahwa kualitas informasi akuntansi rendah saat manajemen terlibat manajemen laba.

Komentar
            Jurnal ini menggunakan bahasa inggris sehingga tidak semua orang dapat menggunakannya , isi dari jurnal ini cukup lengkap terlihat dari hasil penelitian yang di muat dalam 6 tabel akan tetapi karena mengguankan bahasa inggri orang yang awam terhadap bahasa itu akan menyulitkan untuk menyimpulkan menegenai isi dari jurnal ini, alangkah lebih baik jurnal ini di buat dalam 2 versi bahasa agar semua pembaca dapat mengerti keseluruhan isi dari jurnal ini.isi dari jurnal ini sudah sangat lengkap terlihat dari hasil penelitian yang di gambarkan dalam bentuk tabel dan tabel tersebut pun banyak sehingga lebih rinci dan jelas.